Sunday, 19 May 2013
 
 

:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
 
2.519 Peserta POSPENAS V 2010 Siap Berlaga
Senin, 05 Juli 2010
www.pondokpesantren.net (Surabaya) – Setelah menjalani serangkaian tes uji dari Team Keabsahan Kesantrian dari Kementerian Agama RI, akhirnya 2.519 orang peserta siap bertanding dalam laga Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) V 2010 tanggal 5-10 Juli di Surabaya.

Menurut Koordinator Team Keabsahan Kesantrian dari Kementerian Agama RI, Imam Safei, menyatakan bahwa semua peserta yang siap bertanding itu adalah hasil akhir dari 2.535 peserta yang diajukan oleh masing-masing propinsi. Jadi ada Enam Belas (16) orang yang tidak bisa mengikuti laga Pospenas disebabkan tidak memenuhi berbagai persyaratan. Perlu diketahui, lanjut Imam, disamping ada persyaratan administrasi, calon peserta juga diuji kesantriannya diantaranya dengan; a) Baca Tulis Al Qur’an/Kitab, 2) Soal-soal Kepesantrenan, 4) Muhadatsah, serta 4) Verifikasi Biodata.

Dalam kesempatan yang lain, menurut Panitia Penyelenggara dari Kementerian Agama RI, Khaeroni, yang juga sebagai Kasubdit Pemberdayaan Santri yang mempunyai program langsung dari penyelenggaraan POSPENAS ini, diperoleh data terakhir bahwa jumlah kontingen yang akan berlaga dari masing-masing propinsi sebagai berikut; DKI Jakarta 105, Jawa Barat 193, Jawa Timur 214, Jawa Tengah 133, D I Yogyakarta 126, Banten 72, Lampung 81, Bengkulu 51, Bali 53, Gorontalo 43, Bangka Belitung 37, Riau 111, Jambi 48, Kep. Riau 26, Sumatera Utara 130, Sumatera Selatan 171, Sumatera Barat 69, NAD 31, Kalbar41, Kaltim 173, Kalsel 101, Kalteng 44, Sulsel 131, Sulut 41, Sulbar 24, Sulteng 50, Sultra 43, NTT 35, NTB 21, Maluku 72, Maluku Utara 20, Papua Barat 10, dan Papua 19 orang peserta. (pip)



 
 
 
© 2007 :: TI UIN Jakarta ::