:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

Kyai Falak Era
Millennium


Image
KH. Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag

Banyak tokoh muslim kita yang sukses lahir dari didikan orang tua yang keras.  Begitu pula dengan tokoh satu ini, Kyai kelahiran Kudus dengan segudang pengabdian untuk umat dan majunya Ilmu Falak. Kepribadian dan perjuangan beliau dalam membumikan ilmu yang sangat langka, yaitu Ilmu Falak mendapat perhatian manakala kita mengamati perjalanan hidupnya. Dengan berbagai kisah, pengalaman, dan cerita yang masih saya ingat, sebagai muridnya selama di Semarang sampai dengan sekarang, pandangan saya terhadap beliau masih tetap sama, sebagai tokoh umat.

Read more...
 
Pembekalan Beasiswa Tahfidz Al-Quran Ke Turki PDF Print
Minggu, 21 Juli 2013
“Kalian semua para santri adalah duta Indonesia yang akan mewarnai dunia dalam upaya dakwah Islam melalui tahfid al-Quran” demikian dikatakan Dr. Ahmad Zayadi Kasubdit Pendidikan Diniyah yang mewakili Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada pembukaan kegiatan Pre-Departure Santri Penerima Beasiswa Tahfidz al-Quran ke Turki (19/07/13).

Lebih lanjut dikatakan, bahwa bekal kalian adalah dengan tiga komitmen sesuai dengan kata santri itu sendiri. Santri berasal dari kata ihsan yang berarti baik dan tri adalah tiga. Jadi santri adalah orang yang menyebarkan kebaikan dan keutamaan. Dalam kontek ini santri adalah sosok orang dengan tiga komitmen, yaitu komitmen iman, Islam dan ihsan. Di samping tentu saja menjunjung tinggi Islam ala ahlussunnah waljamaah sebagaimana dianut oleh pesantren di Indonesia.

Sebagaimana diketahui Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki (UICCI-United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey) sejak tahun 2010 dengan sebuah Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran ke Turki dengan model pembelajaran 2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di Turki.

Jumlah peserta Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran menurut Achmad Zayadi, sampai dengan tahun 2012 tercatat sebanyak 395 santri dengan perincian : Tahun 2010 merekrut 30 orang, 2011 : 45 dan 2012 : 70 orang. Sedang pada tahun 2013 telah merekrut 250 orang yang berasal dari Pondok Pesantren se-Indonesia.  

Kegiatan pre-departure dimaksudkan sebagai upaya pembekalan kepada peserta program agar mempunyai wawasan dan komitmen ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Sehingga nantinya mereka di negeri orang tidak kehilangan semangat dan komitmen NKRI. Islam yang dianutpun adalah pemahaman Islam ya moderat, inklusif dan tolaran layaknya Islam Indonesia. Di samping itu para santri diharapkan mempunyai kemampuan teknis agar dapat sukses menemouh studi khususnya tahfid al-Quran di Negara Turki.

Santri yang mengikuti program pembekalan (pre departe) pada tanggal 19-20 Juli 2013 di Hotel Acacia Jakarta ini adalah mereka yang telah mengikuti pembelajaran dan hafidz Quran 30 juz dan siap diberangkatkan ke Turki nanti pada tanggal 22 Agustus 2013. Direncanakan ke-45 santri tersebut akan diwisuda dan dilepas ke Negara Turki oleh Menteri Agama RI, Dr. H. Suryadarma Ali, M.Si di Aula HM. Rasyidi Jl. MH. Thamrin Jakarta.

Kegiatan pre departe dihadiri oleh perwakilan UICCI dan sejumlah pejabat Sub Direktorat Pendidikan Diniyah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. (Ruchman Basori)

 
< Prev   Next >

WAWANCARA

Kepeloporan Perempuan Pesantren Sudah Terlatih Sejak di Pondok
Image Fenomena kepeloporan perempuan dari kalangan pesantren cukup menonjol beberapa tahun terakhir ini. Di samping bergerak dalam ranah kesetaraan gender, mereka juga juga cukup menonjol dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan politik. Fenomena ini menarik karena, perempuan dalam perspektif pesantren biasanya lebih dipahami manusia kelas dua yang tak lepas dari dapur, sumur dan kasur. Ternyata, belakangan ini, perempuan pesantren berhasil keluar dari stigma ini. Bahkan Bu Nyai dari pesantren banyak yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S3. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayangkan dalam tiga dekade sebelumnya. Ada apa di balik fenomena ini? Berikut ini adalah wawancara Agus Muhammad dari www.pondokpesantren.net dengan KH. Muhyidin Abdusshomad, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember.

Read more...
 

WACANA

Kemenangan
Abdul Mukti Ro’uf *

Di Indonesia, juga di negara lain, urusan agama dan budaya, agama dan politik, agama dan seni sering terlihat berjalan bersamar, bercampur, membaur. Antara yan teologis dan yang antropologis sebaiknya dikompromikan untuk mencari kearifan religuisitas. Sebab agama, jika didefinisikan sebagai sesuatu yang datang dari Tuhan, tidak datang di ruang hampa. Karena itu, pembaharuan agama dan budaya sebagai keniscayaan yang tak terbantahkan. Gunanya agar keberagamaan kita tetap ada dalam dimensi keilahiyaan yang membumi. Meski demikian, tidak jarang muncul tuduhan bidah untuk urusan percampuran ini. Fenomena idul fitri di Indonesia dapat dijadikan potret pembaruan antara yang religi dan budaya. Karenanya, nuansa kebudayaan dalam ber-idul fitri khas Indonesia menjadi fenomena yang unik. Visi spiritual ibadah puasa yang dipamungkasi dengan shalat ‘Ied tidak bisa berjalan semata-mata sebagai kegiatan keagamaan, tetapi ikut dengannya perayaan kebudayaan sebagai ekspresi manusia Indonesia.

Read more...
 

Direktori Pesantren

Pondok Pesantren Manbail Futuh
Image

Risalah Pendirian Pondok    
Inilah pondok yang menjadi cikal bakal berdirinya kajian-kajian keislaman, maupun pendirian-pendirian TPA di kecamatan jenu Tuban. Pondok ini, sejak awal memang didirikan untuk memberikan pengajaran Al-Qur’an kepada masyarakat setempat. Agar mereka menjadi Pioner dalam mengenalkan dan mengajarkan agama islam. 
Read more...
 

:: Agenda ::



PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014


*Registrasi & Matrikulasi*
1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki
10. UPI


*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)

Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"

==()==

PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014

*Registrasi & Matrikulasi*

1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki
10. UPI

*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)


Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"




ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 

Who's Online

 

© 2014 Pondok Pesantren