:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Jumat, 01 Juni 2012 |
|
Direktorat Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Mengucapkan :
"Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1433 H"
==()==
Direktorat Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Mengucapkan :
"Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1433 H"
|
WAWANCARA
|
Kepeloporan Perempuan Pesantren Sudah Terlatih Sejak di Pondok |
 Fenomena kepeloporan perempuan dari kalangan pesantren cukup menonjol beberapa tahun terakhir ini. Di samping bergerak dalam ranah kesetaraan gender, mereka juga juga cukup menonjol dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan politik. Fenomena ini menarik karena, perempuan dalam perspektif pesantren biasanya lebih dipahami manusia kelas dua yang tak lepas dari dapur, sumur dan kasur. Ternyata, belakangan ini, perempuan pesantren berhasil keluar dari stigma ini. Bahkan Bu Nyai dari pesantren banyak yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S3. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayangkan dalam tiga dekade sebelumnya. Ada apa di balik fenomena ini? Berikut ini adalah wawancara Agus Muhammad dari www.pondokpesantren.net dengan KH. Muhyidin Abdusshomad, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember. |
|
Read more...
|
WACANA
Abdul Mukti Ro’uf *
Di Indonesia, juga di negara lain, urusan agama dan budaya, agama dan politik, agama dan seni sering terlihat berjalan bersamar, bercampur, membaur. Antara yan teologis dan yang antropologis sebaiknya dikompromikan untuk mencari kearifan religuisitas. Sebab agama, jika didefinisikan sebagai sesuatu yang datang dari Tuhan, tidak datang di ruang hampa. Karena itu, pembaharuan agama dan budaya sebagai keniscayaan yang tak terbantahkan. Gunanya agar keberagamaan kita tetap ada dalam dimensi keilahiyaan yang membumi. Meski demikian, tidak jarang muncul tuduhan bidah untuk urusan percampuran ini. Fenomena idul fitri di Indonesia dapat dijadikan potret pembaruan antara yang religi dan budaya. Karenanya, nuansa kebudayaan dalam ber-idul fitri khas Indonesia menjadi fenomena yang unik. Visi spiritual ibadah puasa yang dipamungkasi dengan shalat ‘Ied tidak bisa berjalan semata-mata sebagai kegiatan keagamaan, tetapi ikut dengannya perayaan kebudayaan sebagai ekspresi manusia Indonesia.
|
|
Read more...
|
Direktori Pesantren
|
Pondok Pesantren Manbail Futuh |
Risalah Pendirian Pondok
Inilah pondok yang menjadi cikal bakal berdirinya kajian-kajian keislaman, maupun pendirian-pendirian TPA di kecamatan jenu Tuban. Pondok ini, sejak awal memang didirikan untuk memberikan pengajaran Al-Qur’an kepada masyarakat setempat. Agar mereka menjadi Pioner dalam mengenalkan dan mengajarkan agama islam.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
Who's Online
We have 1 guest online
|