Ditambahkan pada tahun ini akan difokuskan pada penguatan pesantren sehat sehingga diperbanyak untuk prodi Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dan juga penguatan kapasitas life skill dan vokasional.
Sedikitnya 6.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Indonesia akan mengikuti Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (atau yang sering disingkat dengan PBSB) Tahun 2012 yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Seleksi ini akan memperebutkan 408 kursi yang tersebar di 10 perguruan tinggi ternama yang ada di Indonesia seperti UGM Yogyakarta, IPB Bogor, ITS Surabaya, Unair Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan IAIN Walisongo Semarang.
Menurut Kasubdit Pendidikan Pesantren H. Imam Safei, kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 8 tahun yang lalu. Dan sampai saat ini, santri yang telah mendapatkan beasiswa tercatat sebanyak 2.301 orang. Menurutnya, pemberian beasiswa bagi santri ini karena pondok pesantren merupakan tempat berseminya bibit-bibit unggul. ‘Santri itu bagaikan mutiara yang selama ini terpendam lumpur” lanjutnya.
Sedang menurut Ruchman Basori, Kasi Kesantrian Subdit Pendidikan Pesantren secara teknis pendaftaran PBSB Tahun Akademik 2012/2013 dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Provinsi masing-masing pada tanggal 5 s/d 27 April 2012. Sedangkan Tes/seleksi dilaksanakan secara serentak pada tanggal 14Mei 2012 bertempat di 29 Kantor Wilayah Kementrrian Agama Provinsi. Sementara provinsi lain yang tidak menyelenggarakan tes karena satu dan lain hal adalah Kalbar, NTT, Papau Barat, dan Sulawesi Barat.
Ditambahkan bahwa untuk menguji kemampuan para santri, ada 4 jenis materi test yang akan diujikan, yaitu: Pertama, Test Kemampuan Akademik. Ujian ini terdiri atas materi IPA (mencakup: matematika, fisika, Kimia, dan biologi), IPS terpadu untuk pendidikan umum, dan materi keagamaan untuk Islamic Studies (IAIN Ampel, Walisongo dan UIN Jogja), untuk mengukur potensi prestasi akademik santri calon mahasiswa; Kedua, Test Kemampuan Bahasa Inggris. Ujian ini untuk mengukur kemampuan dalam berbahasa inggris, sehingga kemampuan komunikasi santri dalam bahasa Inggris dapat dievaluasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi; Ketiga, Test Kepesantrenan. Ujian ini untuk mengukur kemampuan kepesantrenan (penguasaan kitab kuning) santri dan menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah benar-banar santri yang menguasai hazanah kepesantrenan; Keempat, Test Bahasa Arab. Ujian ini khusus bagi santri yang berminat untuk melanjutkan studi di Islamic studies. Test ini untuk mengukur kemampuan dalam berbahasa Arab dan akan sangat berguna untuk memahami teks-teks keagamaan.
Program multi efek ini merupakan kerja sama antara Kementerian Agama RI dan pihak PT Mitra. Mekanisme kerjanya seperti dijelaskan oleh Imam Safei, adalah proses penjaringan sampai dengan pengajuan calon mahasiswa ke perguruan tinggi dikelola oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikann Islam, bersama dengan Perguruan Tinggi terkait. Kedua, Aktivitas perkuliahan dikelola oleh perguruan tinggi yang terkait. Ketiga, Pembinaan dan pemantauan selama pendidikan dikelola bersama oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan perguruan tinggi yang terkait. Keempat, Pendayagunaan lulusan dikelola oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Semua pembiayaan mulai dari tes seleksi, Matrikulasi/Orientasi, akomodasi dan konsumsi, uang saku, serta biaya penggantian transport, sampai dengan biaya studi selama 4 (empat) tahun yang meliputi biaya penyelenggaraan Pendidikan (SPP), Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA)/Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), Bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Biaya hidup (living cost) ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Agama RI.
(rbs)