:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Kemenag RI - Pemkab. Karimun Rintis Pesantren Perbatasan |
|
|
|
Selasa, 01 Mei 2012 |
 (www.pondokpesantren.net) – Tanjung Balai Karimun, Kepri - Kementerian Agaam RI tidak henti-hentinya melakukan terobosan-terobosan bagi upaya memperkuat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalaui pelbagai program dan kegiatan. Salah satunya mengembangkan Pondok Pesantren Perbatasan di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Komitmen ini setidaknya telah dimulai sejak 7 tahun silam. Dan hari ini Selasa (1/05/’12) diadakan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun untuk menjajagi berdirinya pesantren perbatasan di wilayah ini.
“Kalau Kemenag RI ingin membuka 10 lokasi Pondok Pesantren di Karimun, kami siap menyediakan 100 Hektar, karena kami warga Karimun berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pendidikan termasuk pendidikan agama”. Demikian dikatakan DR. Nurdin Basirun, M.Si selaku Bupati Karimun saat menerima Rombongan Kementerian Agama RI yang dipimpin langsung oleh Drs. H. Ace Saefuddin, M.A Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
Ditambahkan oleh Nurdin Basirun, atas nama warga karimun mengucapkan terimakasih dan menyambut gembira atas niat Kementerian Agama yang ingin mengembangkan pesantren perbatasan di Tanjung Balai Kabupaten Karimun. Karena bagi kami mengembangkan aspek intelektualitas saja tidaklah cukup perlu diperkuat dengan moralitas dan spiritualitas.
Dengan berdirinya pesantren yang diprakarsai oleh Kemenag dan Pemkab ini diharapkan mampu memperkuat nilai-niali kebangsaan terutama diwilayah kami yang berbatasan dengan Negara tetangga yang sudah barang tentu tidak semuanya muslim dan mempunyai adat istiadat yang berbeda. Dengan kata lain dapat memperkuat NKRI. Sementara itu Drs. H. Ace Saefuddin, M.A selaku Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, dalam sambutannya mengatakan: “Selama ini kita sudah mengembangkan 7 lokasi pondok pesantren di wilayah perbatasan, salah satunya adalah PP. MutiaraBangsa di Sebatik Nunukan Kaltim. Dan saat ini kami akan melihat kemungkinannya mendirikan pesantren perbatasan yang ke – 8 di Kabupaten Karimun ini”.
Saefuddin menambahkan kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah merupakan kewajiban untuk memperkuat pendidikan pesantren, karena lembaga ini dinilai terbukti kekuatan dan ketangguhannya mewujudkan pendidikan yang mandiri. Bahkan ada sebuah pesantren yang mempunyai 18.000 santri di wilayah Parung Jawa Barat mampu menggratiskan seluruh biaya pendidikan.
Acara yang di gelar di Rumah Dinas Bupati Karimun ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab, Anwar Hasyim, Sekretaris Daerah Kab. Karimun, Drs. Afrizal, MM., M.Pd, Kankemenag Karimun, Kepala Dinas dilingkungan Pemda, Ketua KUA dan sejumlah Kepala Madrasah dilingkungan Kabupaten Karimun. Sementara itu dari unsur Kementerian Agama hadir, Drs. H. Imam Safei, M.Pd, Kasubdit Pendidikan Pesantren Ditpdpontren Kementerian Agama RI, para Kepala Seksi dan staff dilingkungan Subdit Pesantren.
Besok paginya (Rabu, 2/05/’12) direncanakan akan meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pendirian pesantren, yang jaraknya menyeberangi lautan memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Kota Karimun. Kemenag RI dan Pemkab Karimun merasa optimis bahwa niatnya merintis pesantren perbatasan akan terwujud karena Karimun mempunyai warga masyarakat yang berkomitmen pada pendidikan moral dan agama. Sementara Kemenag RI telah lama berkomitmen mengembangkan pondok pesantren di berbagai wilayahperbatasan di tanah air. (rbs)
|
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
|