:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
Ditpontren Adakan Pelatihan Jurnalistik Santri PDF Print
Kamis, 21 Oktober 2010
Jakarta (www.pondokpesantren.net) - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Harian KOMPAS mengadakan pelatihan jurnalistik untuk santri mulai tanggal 19 22 Oktober 2010 di Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat.

Pelatihan yang mengambil tema “Meningkatan Kapasitas Jurnalis Santri yang Profesional dan Bermoral” ini menurut Kasubdit Pemberdayaan Santri Direktorat PD Pontren, Drs. H. Khaeroni, M.SI memiliki  pengalaman santri di bidang jurnalistik; kedua, menumbuhkan semangat dan kesadaran tradisi menulis pada komunitas pesantren melalui pemberdayaan lembaga penerbitan pondok pesantren; dan ketiga, membangun jejaring antar kader-kader jurnalis santri di setiap pesantren, sehingga dapat memacu tumbuhnya masyarakat jurnalistik pesantren (citizen journalistic).

Lebih lanjut alumnus Universitas Indonesia ini menjelaskan, bahwa kegiatan pelatihan jurnalistik santri ini diikuti 40 peserta dari berbagai pondok pesantren di Indonesia, yaitu para santri pengelola majalah/tabloid/jurnal/bulletin di pondok pesantrennya masing-masing.

Sementara target dari kegiatan ini adalah: pertama, lahirnya jurnalis santri yang tangguh, trampil, profesional dan bermoral; kedua, meningkatnya ketrampilan jurnalis santri dalam mengembangkan kegiatan penerbitan dilingkungan pondok pesantren; ketiga, meningkatnya semangat, kesadaran dan komitmen yang kuat di kalangan santri dalam mengelola aktivitas jurnalistik di pondok pesantren; dan keempat, terwujudnya jejaring jurnalistik antar santri sehingga melahirkan komunitas/masyarakat jurnalis di kalangan pondok pesantren.

Beberapa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini antara lain adalah teknik mencari berita (news reporting), menulis berita (news writing), menulis soft news/feature, teknik wawancara, fotografi, dan penulisan artikel. Semua materi menurut Drs. Khaeroni disampaikan oleh Tim dari Harian KOMPAS dan difasilitasi oleh Khamami Zada dan Muhtadin AR. [bet]
 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"

====()====
 
SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"






ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren