:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
Pondok Pesantren Al Istiqomah PDF Print
Jumat, 21 Januari 2011
Image

A. Sejarah Perkembangan
Pondok Pesantren Al Istiqomah, terletak di Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Propinsi Jawa Tengah. Adalah KH. Abdullah Mukti merupakan awal mula perintis berdirinya Pondok Pesantren Al Istiqomah, setelah lama bermukim dan belajar ilmu agama di Makkah tahun 1912-1936 M dan berguru pada Syeh Abdurrohman di Makkah.

KH. Abdullah Mukti sekembali dari Makkah pada tahun 1936, di kampung halamannya desa Tanjungsari, mengembangkan ilmunya dengan mendirikan majlis ta’lim dan tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah. Dan dalam perkembangannya tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah ini jama'ahnya semakin banyak dan pesat. Para jama’ah tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah ini berdatangan dari sekitar Desa Tanjungsari, dan kemudian kegiatan tharekat ini dipusatkan disebuah masjid yaitu masjid Al Istiqomah sebagai tempat para jama’ah tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah ini melakukan suluk dan bai’at langsung kepada KH. Abdullah Mukti yang sebagai mursyidnya.

Setelah  24 tahun mengamalkan ilmu dan mengabdikan diri kepada masyarakat di kampung halamannya, KH. Adullah Mukti wafat tahun 1958. Sepeninggal KH. Abdullah Mukti kegiatan dan kepemimpinan  diteruskan oleh KH. Bajuri, akan tetapi dalam masa kepemimpinan KH. Bajuri kurang berjalan dengan baik. Sehingga jama’ah tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah ini pindah ke Jetis Kutosari, tharekat yang diasuh dan dipimpin oleh KH. Mahfud Khasbullah dan sebagian lagi pindah ke Karanganyar, dengan mengikuti tharekat  yang diasuh dan dipimpin oleh KH. Umar Nasir.

Kegiatan pesantren mulai nampak kembali pada tahun 1975, disaat KH Amin Rosyid Putra sulung dari KH Bajuri pulang dari menimba ilmu dan mukim di tanah kelahirannya yakni desa Tanjungsari, mulailah ia merintis kembali apa yang pernah dilakukan oleh kakeknya KH. Abdullah Mukti, yaitu dengan merintis majlis ta’lim mingguan disamping juga mengajar anak-anak santri masjid Al Istiqomah. Pada tahun 1982 KH. Amin Roysid mulai mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Istiqomah, dengan sistem belajar cepat bisa membaca dan menulis Al Qur’an, pada periode tahun inilah mulai dibangun asrama untuk para santri yang kemudian diganti dari Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) menjadi Pondok Pesantren Al Istiqomah. Dalam perkembangannya Pondok Pesantren Al Istiqomah juga mendirikan Madrasah Diniyah yang terdiri dari tiga tingkat yaitu tingkat awwaliyah, tingkat wustha, dan tingkat ‘ulya.

Pada pertengahan tahun 1990-an, Pondok Pesantren  Al Istiqomah mulai menata struktur pendidikannya, yakni dengan melegalisasikan kegiatan pesantren baik di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, kemasyarakatan, dan dunia usaha yang berbadan hukum yamg masuk dalam sebuah institusi Yayasan. Yayasan yang disponsori atau didirikan oleh pengasuh pondok bernama Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Karya Guna (YAPIKA). Yayasan “YAPIKA”  ini menaungi kegiatan Pendidikan formal yakni Madrasah Aliyah YAPIKA yang berdiri sejak tahun 1999, pendidikan non formal Madrasah Diniyah yang berdiri tahun 1982

Pondok Pesantren Al Istiqomah yang terletak di desa Tanjungsari Petanahan Kebumen Jawa Tengah, saat ini diasuh oleh K.H. Amien Rosyid, dan telah banyak mengalami perkembangan. Baik di bidang sarana fisik maupun sistem belajar-mengajarnya. Sampai saat ini, jumlah santrinya kurang lebih 250 orang, putra-putri, 60% santri adalah pelajar Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Beberapa diantaranya mengambil kuliah di Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen, dan selebihnya adalah santri Takhasus (Madrasah Diniyah). Dalam perkembangannya, Pesantren yang mendapatkan Nomer Statistik Pondok Pesantren (NSPP); 512330504003, dari Departemen Agama Kabupaten Kebumen ini pola dan sistem pendidikan yang digunakannya menitikberatkan pada kegiatan di Madrasah Diniyah serta kepesantrenan salafiyah (nonformal) dan Madrasah Aliyah (formal).

Faisilitas Pondok Pesantren Al Istiqomah yang ada saat ini antara lain mempunyai dua lokal gedung asrama putra, yang masing-masing mempunyai 3 kamar. Dan asrama putri satu lokal dengan 5 buah kamar, dilengkapi dengan kamar mandi serta WC putra dan putri.

Sarana lainnya adalah Masjid, Perpustakaan, Koperasi Santri, Aula, Gedung Madrasah Aliyah dan Diniyah, Bengkel Motor dan Mobil, Laboratorium Komputer, Sarana Olahraga, dan lain-lain.

B. Dasar dan Tujuan Pondok Pesantren Al-Istiqomah
Pondok Pesantren Al Istioqomah merupakan lembaga sosial keagamaan yang keberadaannya telah diakui sebagai salah salah satu lembaga pendidikan yang lebih menekankan pada bidang kajian tafaqquh fiddin serta sebagai wahana pencetak generasi-generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa dan pembangunan nasional yang ber-akhlakul karimah.
   
Adapun dasar didirikannya pendidikan Pondok Pesantren Al Istiqomah yaitu: amar ma’ruf  nahi munkar, kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilai agama, kesederhanaan, ketaqwaan dan sikap saling tolong menolong sesama manusia serta menjaga citra hubungan antara manusia dengan makhluk lain dan hubungan manusia dengan Khaliq.
   
Pendidikan di pesantren ini dikandung maksud ingin mencetak generasi muslim yang bertaqwa, berilmu pengetahuan yang tinggi dan berakhlakul karimah. Hal ini dapat diuraikan lebih rinci sebagai berikut:
1.
Membentuk dan mencetak serta mengembangkan generasi islam yang beriman
 dan bertaqwa  kepada Alloh SWT, berilmu, tangguh, trampil, mandiri dan berakhlak mulia.
 2. Memberdayakan dan mengembangkan SDM dibidang keagamaan, pendidikan,
 kebudayaan dan IPTEK.
 3.Mensyi’arkan dan menegakkan ajaran Islam dengan bermadzhab  Ahlusunnah wal
 Jamaah.
 
Tercapainya tujuan pendidikan dan pembinaan Pondok Pesantren Al Istiqomah tersebut dapat terlihat pada pola dan tingkah laku santri selama berada di lingkungan Pondok Pesantren serta pada semangat dan motivasi dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.


C. Elemen-Elemen Pesantren Al Istiqamah
Di antara elemen-elemen Pondok Pesantren Al Istiqomah adalah sebagai berikut:

1. Pengurus Pondok Pesantren Al Istiqomah
Susunan kepengurusan Pondok Pesantren Al Istiqomah masa hidmat tahun 2008- 2012;
 Pelindung :
 KH. Amin Rosyid (Pengasuh)
 Penasehat 
 : H. Ali Muin Amnur, Lc
  : Ali Muhdi M.S.I.
 Ketua 
 : Edi Ahyani, S.Pd.I
 Sekretaris 
 : Khamidah
 Bendahara
 : Ikhwanudin
 Seksi Pendidikan  : Ali Ashar
 Seksi Keamanan
 : M. Asmakin Nurrohman
 Seksi Kebersihan
 : M. Khasbulloh
 Seksi Sarana & prasana 
 : Hasan Basori
 Seksi Humas 
 : M. Heri Mu’arif

Dalam setiap kegiatan yang sifatnya harian, mingguan dan bulanan maupun temporal para pengurus berperan aktif dalam mengkoordinasi kegiatan di lembaga pesantren sehingga kegiatan-kegiatan kepesantrenan dapat terlaksana dengan baik, dalam kepengurusan Pondok Pesantren Al Istiqomah dilakukan rapat-rapat koordinasi paling sedikit satu kali dalam sebulan, dengan maksud untuk selalu dapat mengevaluasi kegiatan-kegiatan pesantren dan juga untuk memperbaiki kinerja pengurus.
   
Kepada para santri diberikan beberapa kegiatan tambahan yang sifatnya pengembangan bakat dan minat santri, seperti Khitobah (latihan pidato), Hadrah, Barzanji, Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Seni Kaligrasi, Seni Baca Al-Qur’an, Kursus komputer, dan Perbengkelan.

2. Madrasah Diniyah
Secara umum kegiatan-kegiatan Pondok Pesantren Al Istiqomah terbagi menjadi dua yaitu Madrasah Dinniyah (intrakulikuler) dan Kepesantrenan (Ekstrakurikuler). Kegiatan Madrasah Diniyah Al-Istiqomah yang dikepalai oleh Ali Ashar S.Th.I ini mengacu pada kurikulum yang dibuat oleh pesantren sendiri. Khusus untuk kelas Awwaliyah ditambah dengan kurikulum Madin dari Departemen Agama RI. Materi Intrakulikuler diniyah merupakan kegiatan inti atau Ruuhul Ma’had di pesantern ini. Madrasah Diniyah Al Istiqomah yang telah mendapatkan Nomor Statistik Madrasah Diniyah (NSMD); 412330504001 ini melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang terbagi menjadi tiga tingkatan; Awwaliyah, Wustho, dan Ulya. Jam kegiatan dilaksanakan setiap sore jam 14.00-15.00 WIB (ba’da shalat ‘Ashar) dan malam jam 18.30-19.30 WIB (ba’da shalat Maghrib), Kecuali malam jum’at dan hari jum’at.
     
Sedangkan untuk kegiatan belajar kepesantrenan (ektrakurikulur) menggunakan metode bandongan, dilaksanakan setiap ba’da subuh. Khusus untuk putra bertempat dimasjid, sedangkan untuk yang santri putri bertempat di ndalem (rumah) Kyai, kegiatan ini selesai jam 06.00 WIB pagi.
   
Kegiatan pesantren al-Istiqomah lain yang penting adalah tahfidz al-Qur’an (menghafal al-Qur’an). Kegiatan mengaji dan menghafal kitab al-Qur’an ini berlangsung di pesantren putri, yang diasuh oleh Ibu Ana Nur Latifah, S.Ag, Ibu Nur Istiqomah, S.Pd.I, dan Ibu Hanik Rahmawati, S.Ag. Semua santri putri diwajibkan mengikuti program tahfidz al-Qur’an minimal juz 30 (juz amma), sedangkan bagi yang ingin melanjutkan ke program tahfidz secara penuh (30 juz), maka diberikan kesempatan untuk menempuhnya.

Dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar, disamping ada pengasuh (Kyai dan Nyai) juga dibantu oleh beberapa ustadz dan ustadzah yang sebagian besar merupakan alumni dari berbagai Pondok Pesantren yang berlatar belakang akademisi

Ustadz-Ustadzah atau Tenaga Pendidik di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al Istiqomah antara lain:
•    KH Amien Rosyid
•    Hj. Marti Nuryati
•    H. Ali Mu’in Amnur, Lc.
•    Ahmad Mufid, S.Ag.
•    Hanik Rahmawati, S.Ag
•    Ana Nur Latifah, S.Ag.
•    Ali Muhdi, M.S.I
•    Ali Ashar, S.Th.I
•    Ali Iqbal, S.Pd.I
•    M. Karim
•    Nur Istiqomah, S.Pd.I
•    Edi Ahyani S.Pd.I
•    Asmakin, S.Pd.I

Madrasah Diniyah saat ini memiliki siswa kurang lebih 220 santri (kelas Awwaliyah 150 santri; kelas Wustho: 50 santri; kelas Ulya 20, dan di dalamnya terdapat 3 tingkatan, dengan masa pendidikan  3 tahun untuk kelas Awwaliyah, 2 tahun untuk kelas wustho dan 2 tahun untuk kelas ‘ulya.

3. Madrasah Aliyah
Madrasah Aliyah yang berdiri dalam rangka merespon keinginan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf pendidikan  yang masih rendah ini telah memulai kegiatan belajar mengajar sejak tahun 1999. namun baru mendapatkan legalitas formal dari pihak Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2005. Nomor Statistik Madrasah (NSM) MA YAPIKA yang tercatat dalam piagam pendirian adalah : 312330504477.

Madrasah Aliyah YAPIKA memiliki visi yang menjadi arah pandangan perjalanannya ke depan, yaitu: Mewujudkan generasai muslim yang berakhlak mulia, tangguh, dan cendekia.

Adapun misi Madrasah Aliyah YAPIKA ini adalah:
1. Mengembangkan pendidikan yang Islami berdasarkan kurikulum yang integral
    dan kompetitif
2. Membentuk lulusan yang memiliki akidah kuat, bertaqwa, dan berakhlak mulia
3. Membentuk lulusan yang memiliki kemampuan intelektual, mental, spiritual, dan skill
    yang mantap
4. Membentuk lulusan yang mampu mengamalkan ajaran Islam dan menyampaikannya
    kepada keluarga dan masyarakatnya berdasarkan manhaj ahlussunnah wal jama’ah
5. Menyiapkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kurikulum yang digunakan oleh M.A. YAPIKA merupakan modifikasi perpaduan antara kurikulum Depag dan Pesantren.

Tenaga pengelola dan pengajar di M.A. YAPIKA adalah para profesional muda alumni perguruan tinggi seperti Universitas Al AZHAR Mesir, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gajah Mada (UGM), STAINU dan berbagai perguruan tinggi negeri/ swasta lainnya dengan latar belakang pondok pesantren. Madrasah yang dikepalai oleh H. Ali Muin Amnur Lc ini memiliki guru sebanyak 15 orang, dibantu oleh 3 wakil kepala madrasah dan 5 orang staf atau karyawan

Saat ini, Madrasah Aliyah YAPIKA memiliki siswa sebanyak 63 orang. Untuk tahun ajaran 2008/2009 ini telah menamatkan siswa sebanyak 5 angkatan. Usaha peningkatan kualitas Madrasah Diniyah dan Madrasah Aliyah tersebut belum dapat dimaksimalkan sebagaimana mestinya, dikarenakan proses belajar mengajar berlangsung di tempat, ruang dan sarana yang masih belum memadai.

4. Koperasi Pesantren
Kopontren al-Istiqomah telah berdiri sejak ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi dan PPK Propinsi Jawa Tengah atas nama Menteri Koperasi dan PPK pada tanggal 24 Desember 1993 dengan nomor: 12148/BH/VI, dengan nama lengkap Kopontren “Menara Biru” Pondok Pesantren Al-Istiqomah

Kopontren ini juga telah mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Propinsi Jawa Tengah atas nama Menteri Perdagangan pada tanggal 13 Oktober 1994, dengan nomor SIUP: 121/11.32/PK/X/1994.

Kegiatan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontern) Al Istiqomah yang sudah berjalan saat ini adalah; unit pertokoan/ warung santri, usaha pertanian, usaha penanaman albasia, dan peternakan ayam

Pada mulanya pendirian koperasi ini secara formal dilakukan, karena adanya masukan dari beberapa kalangan seperti departemen koperasi & PPK dan Departemen perdagangan Kebumen. Namun begitu, sebelumnya kegiatan perekonomian di pesantren ini telah menggeliat secara perlahan-lahan secara alami. Ketua Kopontren Al-Istiqomah yang pertama adalah Drs. Sarmuji.

5. Alumni
Organisasi alumni Pondok Pesantren al-Istiqomah ini bernama KAI (Keluarga Alumni Al-Istiqomah). Saat ini jumlah alumninya sudah mencapai kurang lebih 500 santri yang tersebar di daerah Kebumen, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra. Beberapa alumni ada yang melanjutkan pendidikan  ke perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negari, misalnya di IAIN Sunan Kalijaga Yogya, UGM, STAINU, Politeknik  dan perguruan swasta lain. Ada pula yang di luar negeri, alumni yang diterima beasiswa dan sedang kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Alumni lainnya sudah banyak yang berhasil terjun memanfaatkan ilmunya di masyarakat, ada yang jadi petani, pedagang, peternak, pamong desa, guru swasta, PNS, dan ada yang jadi pengasuh pesantren.[aldi]

Alamat PP Al-Istiqomah: Tanjungsari Petanahan Kebumen Jawa Tengah, Kode Pos: 54382, Telp. 0287-5535810, 081802658344, 081328477506.

 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"

====()====
 
SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"






ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren