:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

Kyai Falak Era
Millennium


Image
KH. Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag

Banyak tokoh muslim kita yang sukses lahir dari didikan orang tua yang keras.  Begitu pula dengan tokoh satu ini, Kyai kelahiran Kudus dengan segudang pengabdian untuk umat dan majunya Ilmu Falak. Kepribadian dan perjuangan beliau dalam membumikan ilmu yang sangat langka, yaitu Ilmu Falak mendapat perhatian manakala kita mengamati perjalanan hidupnya. Dengan berbagai kisah, pengalaman, dan cerita yang masih saya ingat, sebagai muridnya selama di Semarang sampai dengan sekarang, pandangan saya terhadap beliau masih tetap sama, sebagai tokoh umat.

Read more...
 
Pondok Pesantren Al Hikmah Dua PDF Print
Selasa, 31 Maret 2009
Image

Lokasi pendidikan Pondok Pesantren Al Hikmah Dua terletak di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, antara jalur Tegal-Purwokerto, tepatnya 7 KM. dari Kota Bumiayu. Yang mana menempati tanah seluas 10 Ha. berada diketinggian + 200 m dari permukaan laut.

SEJARAH.
A. Periode Permulaan
Tahun 1911 M. Merupakan perintis berdirinya Pondok Pesantren Al Hikmah Dua. KH. Kholil Bin Mahalli pulang dari Tholabul Ilmi dibeberapa pesantren dan yang terakhir belajar di Mangkang, Semarang. Karena melihat kondisi masyarakat yang masih rawan akan pengetahuan agama. Dengan metode bil hikmati wal mauidzatil hasanah (bijaksana dan nasehat yang baik) serta keikhlasan berda’wah, beliau mengadakan pengajian disurau-surau dan dikediaman beliau sendiri yang sekaligus menjadi pusat kegiatan da'wah dan pondok para santrinya. Menyusul kemudian pada tahun 1922 M, KH. Suhaemi bin Abdul Ghoni (putra kakak KH. Kholil) sepulang belajar dari Masjidil Haram Mekah, beliau bahu membahu dengan KH. Kholil berupaya merubah keadaan masyarakat Desa Benda dari keterbelakangan menjadi setingkat lebih maju baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan terutama kebudayaan agama. Sebagai seorang khafidz Al Qur’an maka KH. Suhaemi membangun asrama dengan 9 kamar untuk menampung santri yang masih berada dirumah penduduk dan disurau-surau. dari sinilah kemudian kita kenal “Pondok Pesantren Al Hikmah” yaitu pada tahun 1930. Sebagai tindak lanjut pengembangan Pondok Pesantren Al Hikmah mulai dirintislah sistem pendidikan secara klasikal yaitu Madrasah Ibtidaiyah. Dengan nama Madrasah Tamrinusshibyan, tahun 1930.
     
B. Periode Pertengahan
Dalam masa revolusi kemerdekaan, Pondok Pesantren Al Hikmah Dua mengalami kegoncangan bahkan mengalami kehancuran. Pada saat itu para santri bersama masyarakat ikut berjuang melawan penjajah. Membela tanah air dan mempertahankan negara sampai masa proklamasi 17 Agustus 1945. Diantara beberapa pengasuh dan asatidz yang gugur dan ada pula yang ditangkap lalu diasingka. Mereka yang gugur antara lain: KH. Ghozali, M. Miftah, H. Masyhadi, Amin bin Hj. Aminah, Syukri, Da’ad, Wahyu, Siroj, dan lain-lain. Setelah keadaan kembali aman pengasuh dan kyai terutama KH. Kholill dan KH. Suhaemi membangun kembali pondok dan madrasah yang hancur. Para santri mulai kembali ke pondok melanjutkan belajar, yaitu pada tahun 1952M. Beliau-beliau dibantu oleh KH. Ali Asy’ary (menantu KH. Kholil), Ust. Abdul Jalil, K. Sanusi, KH. Mas’ud dll. Pada tahun1955M, KH. Kholil pulang ke rahmatullah dan beberapa tahun kemudian (1964 ) KH. Suhaemipun wafat

C. Periode Pengembangan.
Sepeninggal KH. kHolil dan KH. Suhaemi tampil tunas muda sebagai penerus perjuangan beliua seperti KH. Shodiq Suhaemi, (Putra KH. Suhaemi) KH. Masruri Abdul Mughni (cucu KH. Kholil). Dibawah asuhan kedua beliau Ponpes Al Hikmah berkembang pesat, dengan didirikannya lembaga-lembaga seperti: MTs 1(Th. 1964), MDA dan MDW (Th. 1965), MMA (1966), MA 1 (1968), Perguruan Takhassus Qiroatul Kutub (1988), MTs 2,3 (1986), TK Rodotul Atfal (1978), SMA (1987), MTs 4,5 (1989), MA 2 (1990).
 
Aktivitas
Ponpes Al Hikmah Dua menampung para santri dari berbagai daerah baik dari Jawa maupun dari luar Jawa. Karena itu Ponpes Al Hikmah Pada Tahun ajaran 1997/1998 menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti:
* Pengajian weton/Sorogan Bandungan yang diikuti oleh semua santri dan penduduk sekitar.
* Pengajian baik berkala maupun mingguan untuk umum.
* Pesantren kilat/Pesantren liburan untuk menampung siswa dan mahasiswa yang libur.
* Tahfidul Qur’an untuk santri putra dan putrid dengan jumlah santri 150 orang.
* Pengiriman mubaligh/mubalighoh kedaerah-daerah yang membutuhkan.

Unit keterampilan dan kursus meliputi:
* Pertukangan
* Mengetik
* Perikanan
* Pertanian
* Komputer
* Bahasa Arab dan Inggris
* Bengkel Otomotif dan Elektronika
* Lembaga-lembaga pendidikan Formal yaitu:
* TK Raudlotul Atfal, MI 1 (Madrasah Ibtidaiyyah), MTs1, MTs 2 (Madrasah Tsanawiyah), MTs 3, SMP (diakui), SMA (diakui), MAK, Madrasah Mu’alimin/Mu’alimat, Ma’had ‘Aly, STM, SMEA, STAISA, STAIBN.

Dalam penyelenggaraan segala aktivitas tersebut Ponpes Al Hikmah didukung oleh staf asatidz/tenaga pengajar yang merupakan tenaga pembantu Kyai/Pengasuh Ponpes dan mendidik para santri dan mengembangkan agama islam ditengah-tengah masyarakat pesantren maupun masyarakat luas. Staf asatidz Kurang Lebih berjumlah 191 orang dari berbagai disiplin ilmu yang merupakan tenaga-tenaga professional dibidang masing-masing, berasal dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri. Bahkan ada tenaga pengajar berkebangsaan mesir yang merupakan utusan dari “Al Azhar” Cairo, yaitu Asy Syeh Abdul Mun’im Assayid Abdul Mun’im.
 
FASILITAS
Sejak berdirinya Ponpes Al Hikmah sampai sekarang telah memiliki berbagai fasilitas yaitu:
1. Masjid Jami’
2. Masjid An Nur
3. Asrama satri putra dan putri
4. Mushola
5. Gedung Serbaguna
6. Ruang belajar komplek putra dan putri
7. Ruang belajar putra dan MI
8. Laboratorium dan perpustakaan
    
Adapun santri-santri yang menempati asrama Ponpes Al Hikmah Dua kurang lebih 4.612 santri dengan perincian: 2.314 santri putra, 2.612 santri putri.
 
 
Pengurus Yayasan
Untuk memudahkan langkah-langkah yang diambil oleh lembaga pendidikan Pondok Pesantren Al Hikmah Dua serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, maka pada tahun 1978 M melalui akta notaries No. 9 tanggal 3 April 1978 M didirikan Pondok Peantren  Al Hikmah  Dua menjadi yayasan pendidikan Pondok Peantren  Al Hikmah  Dua  (No. Aktanotaris No. 12 tanggal 9 Januari 1989) dengan susunan pengurus sebagai berikut:
Ketua 
 :
 KH. Shodiq Suhaimi
Wakil Ketua : KH. M. Masruri Mughni
Sekretaris  I  : Drs. Musthoha Nasuha
Sekretaris II : H. Abdullah Adib Masruhan Lc
Bendahara  I : KH. Labib Shodiq
Bendahara II   
 : H. Sholahuddin Masruri
Pembantu : Drs. Rozikin Daman, H. Mas’ud Zamawi, H. Lutfi Athori, Ridwan Sa’an,
   Amir Faruk, Sohibi Miftahuddin

 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014


*Registrasi & Matrikulasi*
1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki


*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)

Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"

==()==

PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014

*Registrasi & Matrikulasi*

1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki

*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)


Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"




ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren