:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

Kyai Falak Era
Millennium


Image
KH. Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag

Banyak tokoh muslim kita yang sukses lahir dari didikan orang tua yang keras.  Begitu pula dengan tokoh satu ini, Kyai kelahiran Kudus dengan segudang pengabdian untuk umat dan majunya Ilmu Falak. Kepribadian dan perjuangan beliau dalam membumikan ilmu yang sangat langka, yaitu Ilmu Falak mendapat perhatian manakala kita mengamati perjalanan hidupnya. Dengan berbagai kisah, pengalaman, dan cerita yang masih saya ingat, sebagai muridnya selama di Semarang sampai dengan sekarang, pandangan saya terhadap beliau masih tetap sama, sebagai tokoh umat.

Read more...
 
Pondok Pesantren Qomaruddin PDF Print
Kamis, 24 Maret 2011
Image

Santrinya Keturunan Kanjeng Sunan Giri
Pondok Pesantren Qomaruddin terletak di Dusun Sampurnan, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur, lebih kurang 17 km dari pusat kota Gresik menuju ke utara, atau tepatnya 200 meter sebelah barat Kantor Kecamatan Bungah.

Wilayah Kecamatan Bungah merupakan daerah konsentrasi pondok pesantren dan pendidikan umum di wilayah kabupaten Gresik belahan utara. Di Desa Bungah, selain Pondok Pesantren Qomaruddin, terdapat pula pondok pesantren-pondok pesantren lain. Di antaranya ialah Pondok Pesantren Al-Islah, Asrama Pesantren Ta’limul Qur’an, Pondok Pesantren An-Nafi’iyah dan Pondok Pesantren Baiturrahman.

Keempat pesantren tersebut masih dalam satu jalinan keluarga dengan Pondok Pesantren Qomaruddin, yang berdiri sendiri-sendiri secara otonom, baik dalam pengelolaan ke dalam maupun urusan ke luar. Selain itu, sebagian besar santri-santri keempat pondok pesantren tersebut mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin, khususnya pada pendidikan formal.

Pondok Psantren Qomaruddin Sampurnan Bungah didirikan oleh Kiai Qomaruddin. Bagaimana dan mengapa Kiai Qomaruddin mendirikan pondok pesantren di Sampurnan Bungah? Pada awalnya, beliau mendirikan pesantren di Desa Kanugrahan (dekat Pringgoboyo), Kecamatan Meduran, Kabupaten Lamongan. Pesantren yang didirikan itu diberi nama Pesantren Kanugrahan. Tahun berdirinya pesantren itu ditandai dengan candra sengkala “Rupo Sariro Wernaning Jilma” (1681/S/1753 M).

Dalam waktu singkat, Pesantren Kanugrahan sudah di kenal di daerah sekitarnya. Jumlah santri mencapai sekitar 300 orang (jumlah yang sangat besar waktu itu). Beberapa tahun kemudian, kiai Qomaruddin ingin pergi ke Gresik. Tujuannya untuk menemuhi santrinya (Tirtorejo, keturunan Kanjeng Sunan Giri) yang kala itu telah menduduki jabatan sebagai tumenggung di Gresik.

Dalam perjalanannya menuju Gresik, tempat pertama yang disinggahi adalah Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Di desa ini beliau mendirikan rumah dan surau sebagai tempat mengajarkan ilmu agama.

Tidak diketahui dengan pasti, berapa tahun kiai Qomaruddin bermukim di Desa Morobangkung itu. Hanya diceritakan bahwa ada tiga keluarganya yang meninggal dunia dan dimakamkan di desa itu. Di antaranya adalah ibu mertua, putrinya (yang dikenal dengan sebutan Mbok Dawud), dan cucu putrid menantunya. Makam keluarganya terletak berderet, sehingga sampai sekarang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan makam jejer telu (makam yang berjejer tiga).

Menurut masyarakat setempat, nama desa Morobangkung diduga berasal dari kata moro dan bakung. Moro artinya datang, bakung adalah singkatan dari kata embah kakung (kakek). Embah kakung yang dimaksud tidak lain ialah Kiai Qomaruddin ke desa tersebut diterima sebagai datangnya seorang sesepuh (moro-ne embah-kakung) yang sangat diharapkan dan dicintai masyarakat. Sebutan itu terabadikan menjadi nama sebuah desa hingga sekarang.

Tak lama kemudian, Kiai Qomaruddin meninggalkan Desa Morobakung. Beliau menyeberangi Bengawan Solo ke arah utara, tepatnya menuju Desa Wantilan, tak jauh dari Desa Morobakung. Kepergian ini semata-mata ingin mencari lokasi yang dianggap sebagai tempat yang cocok untuk mendirikan sebuah pesantren seperti yang diharapkannya.

Ada lima kriteria yang diidealkan oleh Kiai Qomaruddin untuk lokasi pesantren, yaitu;
1. Dekat dengan pemerintahan (untuk memudahkan hubungan dengan pusat kekuasaan)
2. Dekat dengan jalan raya (untuk memudahkan jalan transportasi)
3. Dekat dengan pasar (untuk memudahkan kebutuhan pokok)
4. Dekat dengan Hutan (untuk memudahkan mencari kayu baker dan kebutuhan pokok lainnyas)
5. Air yang mencukupi kebutuhan keluarga dan santri.

Pertimbangan “material” tersebut kemudian dipadu dengan hasil istikharah. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau harus mengembara lagi untuk kesekian kalinya dalam rangka menentukan tempat pondok pesantren yang tepat. Sampai kemudian Kiai Qomaruddin di suatu tempat yang terletak di antara Masjid Gede Bungah dan kantor Distrik Kecamatan Bungah. Rupanya, di tempat itu Kiai Qomaruddin mendapatkan firasat yang baik sesuai dengan cita-citanya.

Akhirnya di tempat itu pulalah beliau mendirikan pondok pesantren, tepatnya pada 1775 M/1188 H. kanjeng Tumenggung irtorejo (K. Yudonegoro) memberi nama bagi pesantren yang baru didirikan Kiai Qomaruddin itu dengan Pesantren Sampurnan

Nama dan Sesepuh Pondok Pesantren Qomaruddin
Sesepuh Pondok Pesantren Sampurnan, Mbah KH. Zubair Abdul Karim menyebutkan bahwa pemberian nama Pondok Pesantren Sampurnan itu merupakan isyarat dan harapan agar Kiai Qomaruddin dan anak cucunya tetap menetap di Sampurnan.

Sebab Dukuh Sampurnan merupakan tempat yang baik, utamanya bagi berdiri dan berkembanganya sebuah pondok pesantren. Mbah Zubair menambahkan bahwa kata sampurnan merupakan akronim (kependekan) dari kata sampurno temenan (benar-benar sampurna).

Pada tahun 60-an, atas inisiatif kiai Hamim Shalih (putra Kiai Shilih Musthafa), pesantren ini diberi nama Darul Fiqih. Menurutnya, nama itu cocok karena beberapa pertimbangan, antara lian:

1. Kitab yang banyak menjadi rujukan pengajaran, terutama sejak kepemimpinan Kiai Moh. Sholih Tsani adalah kitab-kitab fiqih,
2. Harapan agar pesantren ini dapat mencetak kader-kader ahli fiqih yang dapat menerapkan ilmunya di masyarakat,
3. Pesantren ini menjadi rujukan penetapan hukum bagi masyarakat sekitarnya.

Pada pertengahan tahun 70-an, pesantren ini diubah namanya menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin. Nama itu dinisbatkan kepada pendirinya, kiai Qomaruddin sekaligus dalam rangka tabarruk (mengharapkan barakah) kepada pendirinya. Sampai sekarang, nama Pondok Pesantren Qomaruddin inilah yang secara resmi atau secara formal administrative dipergunakan, baik untuk keperluan internal maupun eksternal. Dikatakan secara resmi atau secara formal administrative, karena sejak tahun 1972, telah dibentuk yayasan pengelolah pendidikan di pesantren dengan nama “Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin”.

Dalam usianya yang telah mencapai dua abad lebih, secara berturut-turut pesantren Qomaruddin dipimpin oleh dzurriyat (keturunan) Kiai Qomaruddin yang ditetapkan melalui musyawarah keluarga. Dalam tradisi pesantren Qomaruddin, suksesi kepemimpinan dilakukan pada saat pemangku pulang ke rahmatullah (meninggal dunia). Sebelum dilakukan sholat jenazah dan pemakaman, para sesepuh pesantren yang terdiri atas dzurriyat (keturunan) Kiai Qomaruddin bermusyawarah untuk menentukan yang berhak menjadi pemangku (pemimpin) berikutnya.

Di antara kreteria utama yang menjadi pertimbangan adalah, pertama, hubungan kekerabatan. Kedua, kemampuan membaca kitab. Ketiga, penguasaan terhadap ilmu agama. Keempat, pengabdian di pesantren. Kelima, dikenal oleh masyarakat luas.

Sampai saat ini pemangku (kepemimpinan) di Pondok Pesantren Qomaruddin sudah mengalami pergantian sebanyak tujuh kali (tujuh generasi). Para pemangku yang dimaksud ialah:
1. Kiai Qomaruddin, pendiri Pondok Pesantren Qomaruddin (1775 – 1783)
2. Kiai Harun (Kiai Shalih Awwal) (1801 – 1838M/1215 – 1254H)
3. Kiai Basyir, memangku tahun (1838 – 1862M/1254 -1279H)
4. Kiai Nawawi (Kiai Shalih Tsani) pada tahun (1862 – 1902M/1279 – 1320H)
5. Kiai Ismail, memangku tahun (1902 – 1948 M/1320 – 1368H)
6. Kiai Shalih Musthafa pada tahun 1948 – 1982/1368 – 1402H)
7. Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad, memangku tahun (1982M/1402H)

Di masa kepemimpinan Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad (1982 – sekarang), perkembangan pendidikan semakin maju. Terbukti, animo masyarakat terhadap TPP Qomaruddin semakin besar. Karena itu, untuk memenuhi keinginan mereka, pada tahun 1987 dibuka perguruan tinggi bernama Universitas Qomaruddin (Unmar) program strata 1 (S1), dan tahun akademik: 2002–2003 dibuka program strata 2 (S2) dengan kosentrasi Manajemen Pendidikan.

Dalam mengembangkan di lingkungan Pondok Pesantren Qomaruddin, visi dan misi dipandang sangat penting untuk menyatukan presepsi, pandangan, cita-cita, serta harapan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Keberhasilan dan reputasi sebuah lembaga pendidikan akan bergantung sejauh mana visi dan misi yang diembannya dapat terpenuhi. Oleh karena itu, diperlukan rumusan-rumusan yang jelas atas visi dan misi tersebut yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan kekuatan gerak untuk mencapai prestasi menuju pendidikan pesantren masa depan dengan berbagai keunggulan. (Posted from Duta Masyarakat)

 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014


*Registrasi & Matrikulasi*
1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki


*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)

Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"

==()==

PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014

*Registrasi & Matrikulasi*

1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki

*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)


Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"




ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren