:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

Kyai Falak Era
Millennium


Image
KH. Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag

Banyak tokoh muslim kita yang sukses lahir dari didikan orang tua yang keras.  Begitu pula dengan tokoh satu ini, Kyai kelahiran Kudus dengan segudang pengabdian untuk umat dan majunya Ilmu Falak. Kepribadian dan perjuangan beliau dalam membumikan ilmu yang sangat langka, yaitu Ilmu Falak mendapat perhatian manakala kita mengamati perjalanan hidupnya. Dengan berbagai kisah, pengalaman, dan cerita yang masih saya ingat, sebagai muridnya selama di Semarang sampai dengan sekarang, pandangan saya terhadap beliau masih tetap sama, sebagai tokoh umat.

Read more...
 
PDF Print
Jumat, 10 Juni 2011
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dalam hampir semua catatan, baik yang ditulis oleh orang Islam sendiri maupun para Orientalis, Muhammad (570–632 M) adalah pribadi yang sangat menakjubkan. Meskipun ia lahir dari klan (Bani Hasyim) dan suku (Quraisy) yang menguasai atas pemeliharaan tempat suci, yakni ka’bah, tempat suku-suku di Arab melakukan aktivitas komersial, ekonomi, sosial, agama dan kulturalnya setiap tahun, namun ia tidaklah sombong.

Muhammad menjalani hidupnya secara sederhana, biasa-biasa saja, dan apa adanya seperti layaknya kehidupan para pekerja. Bahkan diceritakan, Muhammad juga pernah menjadi penggembala kambing dan sebagai seorang buruh dalam kabilah-kabilah dagang.

Ziaul Haque, seorang penulis kelahiran Pakistan (bukan mantan Presiden Pakistan) menuliskan, suasana masyarakat Makkah (tempat lahirnya Muhammad) pada saat itu sedang digerogoti oleh disparitas sosial dan ekonomi yang akut, kebusukan moral dan kebobrokan agama. Kekerasan menjadi hukum di mana suku-suku yang kuat menaklukkan dan memperbudak suku-suku yang lemah.

Masyarakat diperlakukan seperti halnya barang bergerak, mereka dieksploitasi karena dianggap sebagai harta milik para pemuka suku, bangsawan, agamawan, dan penguasa. Distribusi kekayaan negara yang tidak dikelola sebagaimana mestinya, yang hanya bisa dinikmati oleh orang dan kelompok tertentu, tidak saja menyuburkan jumlah penduduk miskin, tetapi juga menyimpan potensi konflik.

Namun semua itu berubah. Kedatangan Muhammadlah yang membawa angin perubahan itu. Semangatnya untuk merubah keadaan dengan cara-cara yang penuh penghormatan dan juga kasih sayang, dianggap sebagai salah satu kunci keberhasilan merubah tatanan masyarakat.

Perjuangan merubah keadaan itulah yang mesti kita tiru dari pribadi panutan umat di seluruh jagad ini. Kondisi bangsa yang dari hari ke hari tak kunjung membaik, seringkali memunculkan pertanyaan di benak kita, adakah ujung dari semua persoalan ini? akankah bangsa ini terus berada dalam kesulitan?, rakyatnya tetap miskin sementara elite-nya bergelimang dengan kemewahan? apakah bangsa ini tidak memiliki kemampuan untuk merubahnya?, hingga seluruh rakyatnya juga bisa ikut menikmati kekayaan alam negerinya?.

Tapi, apakah semua rakyat di negeri ini benar-benar menginginkan adanya perubahan? Bukankah kondisi bertolak belakang antara yang dialami oleh elite dengan masyarakat, adalah faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja? Jika pertanyaan ini diajukan pada masyarakat, pasti semuanya akan menjawab, penting untuk dilakukan perubahan bagi bangsa yang sudah berada diambang kehancuran ini. Tapi bagaimana jika pertanyaan ini diajukan pada elite, para pengelola kekuasaan, apakah ada yang menginginkan perubahan?

Bukankah duduk dalam lingkaran kekuasaan, kemudahan untuk menjarah uang negara, kebal hukum, hidup serba dilayani oleh mereka yang membayar gajinya, merupakan kenikmatan yang tidak semua orang mau melepasnya?. Jika apa yang sekarang mereka dapatkan lalu dirombak, bukankah perubahan sama artinya dengan akhir dari segalanya?, karena mereka lalu tidak bisa menjarah uang negara, tidak kebal hukum, dan yang lebih penting mereka harus mendistribusikan kekayaan negara dan melayani mereka yang menggajinya, yakni masyarakat.

Inilah persoalan yang mesti diselesaikan secepatnya. Selama masih ada kelompok yang tidak menginginkan perubahan bagi bangsa ini, maka selama itu pula negeri ini akan terpuruk, tertinggal, dan tidak memiliki harga diri di hadapan negara lain. Lalu pertanyaannya, dari mana kita akan memulai perubahan, andai semua menginginkan perubahan?

Harus terus diingat, prestasi terbesar Muhammad dalam misi kenabiannya bukan terletak pada keberhasilannya meluaskan wilayah dakwah Islam, tetapi lebih pada terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera. Dan itulah yang mesti kita lakukan. [ ]

 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014


*Registrasi & Matrikulasi*
1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki


*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)

Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"

==()==

PENGUMUMAN

*HASIL SELEKSI PBSB 2014

*Registrasi & Matrikulasi*

1. UIN Syarif Hidayatullah
2. ITS

3. UIN Sunan Kalijaga
4. UIN Sunan Guning Djati

5. UNAIR
6. UIN Sunan Ampel
7. IAIN Walisongo
8. Universitas Gadjah Mada
9. UIN Maliki

*==*
PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI PBSB IPB
2014
*==*

&

HASIL SELEKSI
PROGRAM BEASISWA
TAHFIZ AL-QURAN
Tahap II
(PBTQ 2014)


Lihat & Download Folder
"Beasiswa Pesantren"




ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren