:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
Pendaftar PBSB Capai 8.000 Peserta PDF Print
Senin, 09 Maret 2009
Jakarta (www.pondokpesantren.net) - Sebanyak 8000 peserta dari 27 provinsi di seluruh Indonesia mendaftar untuk mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) angkatan 2009/2010 yang diadakan Departemen Agama Republik Indonesia. Demikian dikatakan Drs. H. Khaeroni, Kausbit Pemberdayaan Santri dan Layanan pada masyarakat Dit PD Pontren Ditjen Pendis Depag RI.

8000 peserta itu akan memperebutkan 410 kursi yang tersebar di 8 perguruan tinggi (ITB Bandung, Unair Surabaya, UGM Yogyakarta, ITS Surabaya, IPB Bogor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan IAIN Walisongo Semarang).

Menurut Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, Departemen Agama pada tahun ini sebenarnya hanya mengalokasikan untuk 6000 pendaftar saja, namun karena jumlah peminatnya yang membludak, maka akan ada kebijakan khusus. ”kita akan pertimbangkan agar yang bisa ikut ujian sekitar 7000 peserta” sambungnya.

”Kita akan meminta kepada seluruh kanwil untuk melakukan seleksi ulang di tingkat lokal. Ini karena minat santri sangatlah membludak. 8000 peserta yang sudah masuk ke kami (Depag RI) itu belum belum final. Masih ada kemungkinan data terus bertambah”. ”sebagai contoh, Jawa Timur yang alokasi pesertanya berjumlah 1.500, kini yang mendaftar sudah 2.391 peserta. Juga Jawa Tengah, dari 400 kursi, peminatnya sebanyak 779 peserta” imbuhnya.

Ketika disinggung seputar membludaknya peminat santri untuk mengikuti PBSB, pria kelahiran Tegal ini menjelaskan, setidak ada 4 alasan. Pertama, proses sosialisasi PBSB yang luas dan telah berjalan cukup lama. Kedua, tingginya minat dari pondok pesantren untuk mengikuti program, terutama di bidang sains dan teknologi. Ketiga, hidupnya tradisi berkompetisi di lingkungan pondok pesantren. Dan keempat, adanya dukungan dari pemerintah daerah (depag kabupaten atau kota, dan depag wilayah) yang sangat tinggi.

Ujian PBSB ini sendiri akan dilangsungkan secara serentak pada tanggal 19 Maret 2009 di 27 Provinsi. [bet]
 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"

====()====
 
SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"






ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren