:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
Presiden Serahkan Bantuan Rehabilitasi Madrasah PDF Print
Rabu, 28 Januari 2009
Surabaya (www.pondokpesantren.net) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono hari Rabu (28/1) siang berada di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang terletak di Jl. Kedinding Lor, kawasan Kenjeran, Surabaya. Presiden dan Ibu Negara berada di tengah belasan ribu masyarakat di pelosok utara kota Surabaya itu untuk menghadiri acara Peluncuran Program Bantuan Rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren, serta pemberian beasiswa untuk siswa madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah se-Indonesia. Kedatangan Presiden SBY dan Ibu Ani beserta disambut kesenian Marawis dan Dzikir.

Perwakilan Pondok Pesantren, Sofyan Sauri, dalam laporannya mengatakan, program pendidikan yang disediakan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah merupakan program pendidikan yang dirancang untuk menghasilkan generasi intelektual yang berakhlak dalam menghadapi era globalisasi. Saat ini, pondok pesantren yang berada di tengah perkampungan padat penduduk ini menampung sekitar 2.000 orang santri, setengahnya tinggal di kompleks sekitar pesantren.

Menurut Menteri Agama Maftuh Basyuni, pembangunan di bidang pendidikan di tahun 2009, memiliki arti yang sangat penting. Karena di tahun ini, alokasi anggaran dana pendidikan mencapai 20 persen, dan seluruh jajaran pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan program Wajib Belajar 9 tahun. "Oleh karena itu, dengan momentum yang sangat penting ini, pemerintah berkomitmen untuk bekerja keras dalam melakukan pembangunan di bidang pendidikan. Kami yakin, dengan program yang terarah, harapan untuk memberikan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat, dapat tercapai," jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis oleh Presiden, kepada Madrasah Ibtidaiyah Az Zahir dari Palembang sebanyak Rp. 276 juta, Madrasah Ibtidaiyah AT-Tauhid dari Surabaya sebesar Rp. 274,5 juta, Madrasah Ibtidaiyah Al-Hamid dari Banjarmasin sebanyak Rp. 276 juta, Madrasah Ibtidaiyah Al-Anshor dari Lombok Tengah sebesar Rp. 276 juta, Madrasah Tsanawiyah Ganrang Batu dari Jeneponto sebesar Rp. 276 juta serta Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dari Surabaya sebesar Rp. 300 juta.

Presiden SBY juga memberikan beasiswa kepada santri-santri berprestasi. Diantaranya adalah Eva Mahmudah, siswi Madrasah Ibtidaiyah Al-Ghozali Rp. 400.000/tahun, kepada Muhammad Hisyam, siswa Madrasah Tsanawiyah Tahsinul sebesar Rp. 700.000/tahun, serta kepada Az Zahro Nurhati Hayati, siswi Madrasah Aliyah Itayu sebesar Rp. 1.000.000/tahun.

Dengan meningkatnya jumlah anggaran untuk pendidikan dalam APBN di tahun 2009, Presiden SBY berharap agar seluruh anggaran dapat digunakan secara tepat guna dan tepat sasaran untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. "Mari gunakan anggaran itu dengan penuh tanggung jawab, tepat sasaran dengan prioritas yang baik dan jangan ada yang menyimpang. Kalau semua digunakan dengan baik, Insya Allah kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia akan terus meningkat dengan baik," jelas Presiden.

Tampak hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Mendiknas Bambang Soedibyo, Menkum HAM Andi Mattalatta, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menkominfo M. Nuh, serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit) (pip_posted from www.presidensby.info)
 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"

====()====
 
SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"






ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren