:: Menu Utama ::

Home
Editorial
Berita
Kajian Kitab Kuning
Direktori Pesantren
Wacana
Wawancara
Tokoh Pesantren
Beasiswa Pesantren
Gallery
Redaksi
Links
Download

:: Editorial ::

Merayakan Kemerdekaan

Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi.

Read more...
 

:: Tokoh Pesantren ::

"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"

Image
K.H. Abdul Rozaq Shofawi

 Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
 
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.

Read more...
 
Pondok Pesantren Darul Muttaqien PDF Print
Rabu, 07 Januari 2009
Image

Pondok Pesantren Darul Muttaqien dirintis oleh mantan wartawan senior kantor berita Antara, H. Muh. Nahar. Ide pendirian pondok Pesantren Darul Muttaqien berawal dari kenyataan bahwa produk pondok-pondok pesantren pada saat itu dirasakan kurang memiliki kemampuan seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum disamping semangat kemandirian, khususnya entrepreneurship. Tepatnya pada tanggal 18 Juli 1988, Pondok Pesantren Darul Muttaqien didirikan. Kelahirannya dibidani oleh para tokoh yang concerned dengan mutu pendidikan Islam sekaligus berwawasan keagamaan dan keilmuan yang sangat handal. Di antara mereka adalah: KH. Sholeh Iskandar (alm), Ketua BKSPPI, KH. Abdul Manaf Muhayar dan KH. Mahrus Amin, perintis pesantren Darunnajah Jakarta.

Harapan dan cita-cita pendirian Pondok Pesantren Darul Muttaqien, diaktualisasikan sebagai respon langsung terhadap perkembangan, tantangan dan tuntutan zaman dengan melakukan serangkaian perubahan, perbaikan dan perencanaan yang sistematis dan sistemik. Perbaikan dan perencanaan ini dilakukan dengan sistem terpadu lewat perumusan kembali visi dan misi Darul Muttaqien 2003. untuk tujuan tersebut Pondok Pesantren Darul Muttaqien telah melakukan kolaborasi dan partnership dengan lembaga-lembaga lain yang berkompeten pada bidangnya.

Pondok Pesantren Darul Muttaqien berkembang cukup mengagumkan, baik dari kualitas maupun kuantitas. Lokasinya yang sangat strategis, berada di samping Jl. Raya Jakarta-Bogor, sebuah kawasan yang kini sedang tumbuh menjadi kawasan pendidikan dan jauh dari budaya tawuran serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang, membuat orang tua yakin dan tenang dalam menyekolahkan anak-anaknya. Mereka juga dapat memantau perkembangan putra-putrinya setiap saat, tidak hanya melalui sarana telekomunikasi, tetapi juga dengan dukungan sarana transportasi yang sangat lancar.

Areal kampus Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang luasnya mencapai kurang lebih 8 hektar dengan tertata rapi dan apik, dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, benar-benar menyediakan ruang gerak (life space) yang sangat memadai bagi timbulnya potensi anak didik secara sempurna.

Fasilitas Penunjang
1.    Masjid (putra-putri)
2.    2 unit asrama putra dan 2 unit asrama putri dengan kapasitas 700 orang
3.    Ruang Belajar 24 kelas dengan kapasitas 30 siswa/kelas
4.    Lab. Fisika, Kimia dan Biologi
5.    Lab. Komputer dengan kapasitas 15 siswa/siswi (1 siswa 1 komputer)
6.    Lab. Bahasa
7.    Ruang perpustakaan
8.    Gedung serbaguna (Auditorium)
9.    Poliklinik
10.  Kantin/koperasi
11.  Sarana olahraga (sepak bola, basket, voli, badminton)
12.  Unit Simpan Pinjam (USP/BMT).

Jenjang Pendidikan
TKI Darul Muttaqien

TK Islam (TKI) Darul Muttaqien berdiri tahun 1994 sebagai wujud kepedulian pesantren dalam meningkatkan mutu dan kualitas lulusan TK Islam yang dirasa masih jauh dari harapan. Dengan didukung oleh fasilitas kegiatan belajar yang memadai, menjadikan TK Islam Darul Muttaqien terpilih menjadi TK terbaik se-Jawa Barat.

Kompetensi dasar yang ditargetkan pada jenjang TK Islam adalah membantu anak didik memiliki kemampuan dalam membaca huruf Arab dan Latin lewat bermain serta mampu menghafal do’a-do’a dan surat-surat pendek.

SDIT Darul Muttaqien
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) berdiri tahun 1999 sebagai upaya menyiapkan lulusan sekolah dasar yang bermutu sesuai dengan kebutuhan. Staf pengajar SDIT adalah para sarjana S1, D1 dan D2 yang telah dinyatakan lulus tes sebagai pengajar oleh Netraco. Dengan menerapkan model full day school siswa SDIT Darul Muttaqien akan memiliki nilai tambah dari segi-segi pengembangan intelektual, Psikomotorik, Emosional dan Spiritual.

Kompetensi dasar yang hendak dicapai SDIT Darul Muttaqien adalah membantu anak agar memiliki sikap dasar mental yang baik dengan mengembangkan intelektual, emosional dan spiritual didukung dengan menanamkan aqidah shahihah dan akhlaqul karimah melalui praktek-prektek ibadah di sekolah.

TMI

TMI (Tarbiyatul Muallimin Wal Muallimat al-Islami) lembaga yang menaungi jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum pesantren yang dipadukan dengan kurikulum dari Depag. Dengan penerapan kurikulum tersebut, diharapkan siswa memiliki nilai tambah dalam belajar, serta lulusan MA dapat melanjutkan ke Perguruan tinggi agama maupun umum. Madrasah Aliyah Darul Muttaqien membuka dua jurusan: IPA dan IPS.

Staf pengajar TMI Darul Muttaqien adalah para lulusan Perguruan Tinggi S1 pada bidangnya yang telah berhasil mengikuti test menjadi pengajar lewat jasa psikotest. Metode yang diterapkan di TMI Darul Muttaqien dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode dan pendekatan modern sebagai upaya menumbuhkan kemampuan intelektual, psikomotorik dan emosional secara imbang.

Kompetensi dasar yang ditargetkan pada jenjang MTs adalah membantu anak didik memahami dan mengerjakan praktek ibadah amaliah disamping menguasai dasar-dasar keimanan serta mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris dengah baik.

Sedangkan kompetensi dasar yang ditargetkan pada jenjang MA adalah membantu anak didik agar mampu memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dasar hukum Islam dan pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial serta trampil berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris.

Pesantren Salafi
Di samping lembaga-lembaga formal tersebut, pondok pesantren Darul Muttaqien juga mengelola pesantren Salafi. Santri pesantren salafi adalah kader-kader daerah yang disiapkan untuk menjadi siswa TMI Darul Muttaqien. Sejak didirikan, pondok pesantren Darul Muttaqien sudah mengelola program Ashabul Muttaqien, yakni rekruitmen santri lewat pengabdian satu tahun. Aktifitas mereka sehari-hari membantu pesantren sekaligus belajar ilmu-ilmu dasar, khususnya bahasa Arab dan mengaji.


 
< Prev   Next >

:: Agenda ::



SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"

====()====
 
SELAMAT DATANG
di
www.pondokpesantren.net

"Media Pemberdayaan Pendidikan
Agama dan Keagamaan"






ss
ss

:: Kajian Kitab Kuning ::


Image
Kitab at-Tauhid

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.   

Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.

Read more...
 
 

© 2014 Pondok Pesantren