:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Wawancara
|
Kepeloporan Perempuan Pesantren Sudah Terlatih Sejak di Pondok |
|
|
|
Selasa, 18 Desember 2012 |
 Fenomena kepeloporan perempuan dari kalangan pesantren cukup menonjol beberapa tahun terakhir ini. Di samping bergerak dalam ranah kesetaraan gender, mereka juga juga cukup menonjol dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan politik. Fenomena ini menarik karena, perempuan dalam perspektif pesantren biasanya lebih dipahami manusia kelas dua yang tak lepas dari dapur, sumur dan kasur. Ternyata, belakangan ini, perempuan pesantren berhasil keluar dari stigma ini. Bahkan Bu Nyai dari pesantren banyak yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S3. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayangkan dalam tiga dekade sebelumnya. Ada apa di balik fenomena ini? Berikut ini adalah wawancara Agus Muhammad dari www.pondokpesantren.net dengan KH. Muhyidin Abdusshomad, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember. |
|
Read more...
|
|
Ijtihad Tidak Boleh Berhenti |
|
|
|
Kamis, 18 Oktober 2012 |
 Krisis keilmuan Islam klasik, terutama ushul fiqh, sudah lama menjadi keprihatinan kalangan kyai dan ulama. Ironisnya, pesantren sebagai basis keilmuan Islam cenderung lebih memprioritaskan pendidikan formal ketimbang pendalaman kitab kuning. Kecenderungan ini kian meresahkan karena makin hari makin banyak ulama yang wafat. Pintu ijtihad kian tertutup rapat. Padahal, ijtihad tidak boleh berhenti. Karena masalah yang dulu belum muncul pada saat para imam madzhab menuliskan karya-karya monumentalnya, kini mulai bermunculan. Untuk menjawab masalah-masalah yang dulu belum ada, ijtihad adalah satu-satunya jalan. Dan untuk melakukan ijtihad, penguasaan terhadap ushul fiqh mutlak diperlukan. Agus Muhammad dari www.pondokpesantren.net melakukan wawancara dengan KH Afifuddin Muhadjir, Pengasuh Ma’had Aly Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo untuk menggali persoalan tersebut. |
|
Read more...
|
|
Gerakan Islam di Kampus (Sebenarnya) Bertujuan Politik |
|
|
|
Selasa, 14 Juni 2011 |
 Akhir-akhir ini di banyak perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi umum, muncul gerakan mahasiswa yang dibungkus dengan bungkus agama. Apa sebenarnya cita-cita yang ingin dicapai gerakan ini? Benarkah untuk mensyiarkan nilai-nilai agama, ataukah ada agenda terselubung didalamnya? Bagaimana pula santri pondok pesantren yang menimba ilmu di kampus-kampus umum itu mesti menyikapinya? Muhtadin AR dan Viva Nur Usman ( MV) dari www.pondokpesantren.net melakukan wawancara dengan Prof. Dr. Yudian Wahyudi ( YW), Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menggali persoalan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Dakwah Jangan Menjelekkan Orang Lain |
|
|
|
Jumat, 29 April 2011 |
 Kekerasan atas nama agama yang akhir-akhir ini marak terjadi, tidak lepas dari peran da’i yang bertugas menyampaikan nasehat agama. Hitam putihnya tindakan masyarakat, salah satunya sangat dipengaruhi oleh doktrin agama yang diterimanya. Bagaimana dakwah mestinya dilakukan? Muhatadin AR dan Viva Nur Usman ( MV) dari www.pondokpesantren.net melakukan wawancara dengan KH. Azis Masyhuri ( AM), pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Denanyar Jombang untuk menggali persoalan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Umat Islam Harus Menjadi Solusi Semua Kelompok |
|
|
|
Jumat, 14 Januari 2011 |
 Konflik pada dasarnya adalah sesuatu yang normal dan manusiawi. Konflik akan selalu ada di mana manusia memijakkan kakinya. Tugas kita adalah bagaimana caranya agar konflik itu tidak berubah menjadi gerakan yang destruktif yang mengacaukan sistem sosial. Karena sekali konflik tidak bisa dikelola dengan baik, maka selama itu pula tatanan sosial di masyarakat akan terganggu dan bahkan terguncang. Hamzah Sahal ( HS), kontributor www.pondokpesantren.net mewawancarai KH. Dian Nafi’ ( DN) pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan Makamhaji Sukoharjo untuk mengkaji persoalan konflik dan posisi umat Islam secara lebih mendalam. |
|
Read more...
|
|
|
Politik Praktis Bukan Habitat Kyai |
|
|
|
Rabu, 08 April 2009 |
 Pesta demokrasi (baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden) memberikan kesempatan yang sangat besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan terlibat langsung, tak terkecuali pesantren dan juga kyai. Tapi di sisi mana seorang kyai mesti memainkan partisipasi politiknya tersebut? Di politik kebangsaan atau di politik praktis? Viva Nur Usman dan Subhan ( VS) dari www.pondokpesantren.net mewawancarai KH. A. Malik Madani ( MM), Staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memotret persoalan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Pesantren Harus Memiliki Spesifikasi Keilmuan |
|
|
|
Rabu, 11 Februari 2009 |
 Banyak pesantren belakangan ini berlomba-lomba mendirikan pendidikan umum di lingkungan pesantren. Pada tingkatan tertentu, pembelajaran keilmuan agama yang selama ini menjadi cirikhas pesantren bahkan cenderung dinomorduakan. Memang belum sampai pada tahap dihilangkan, tapi sudah banyak santri dan juga pesantren yang mengedepankan sekolah yang berorientasi pada’ijazah’. Bagaimana menyikapi persoalan tersebut? Muhtadin AR dan Subhan ( MS) dari www.pondokpesantren.net mewawancarai KH. Solahuddin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Solah ( GS), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk memotret persoalan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Maknai Jihad Secara Kontekstual |
|
|
|
Selasa, 20 Januari 2009 |
 Serangan Israel ke Palestina baru-baru ini menimbulkan reaksi di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Salah satu reaksi itu adalah munculnya relawan-relawan yang siap berangkat ke Palestina untuk berperang dengan mengatasnamakan jihad. Apa sebenarnya konsep Jihad itu? Haruskah ia dipahamai identik dengan kekerasan dan perang? Atau ada ruang untuk memahaminya secara lebih lembut walaupun tidak kalah membebaskan? Muhtadin AR ( MAR) dari www.pondokpesantren.net mewawancarai KH. Masdar Farid Mas'udi ( MFM), Ketua PBNU untuk membahas konsep yang sangat populer ini. Berikut petikannya : |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 11 of 13 |
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
|