:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Berita
|
Pemimpin Harus Cakap |
|
|
|
Senin, 15 September 2008 |
|
Jogjakarta (www.pondokpesantren.net) - Langkah Mbah Marijan, untuk tetap tinggal dan tidak beranjak dari lingkungan Gunung Merapi saat gunung tersebut mengeluarkan lahar panas adalah langkah pemberani. Dia melawan mainstream keyakinan kebanyakan orang dan dia tetap setia pada komitmen dan keyakinannya memegang amanah, itu adalah sikap seorang pemimpin. Adanya program beasiswa santri berprestasi juga merupakan program brilian yang bukan saja dilakukan oleh seorang birokrat tetapi lebih dari itu adalah langkah seorang pemimpin. Demikian dikatakan Drs. Slamet Efendi Yusuf, M. Si ketika mengawali paparannya tentang leadership di hadapan 75 orang peserta workshop pengembangan organisasi santri di Hotel Galuh Tirtomolo Prambanan Klaten (12/07/08).
|
|
Read more...
|
|
|
Pesantren Memiliki Peran dalam Gerakan Islam Indonesia |
|
|
|
Senin, 15 September 2008 |
|
Jogjakarta (www.pondokpesantren.net) - “Dulu kami mendirikan LP3ES yang merupakan kumpulan ahli-ahli sosial-ekonomi kelompok priyayi yang mempunyai concern keumatan. Salah satu tujuannya adalah membuka wawasan masyarakat, membuka cakrawala pesantren. LP3ES boleh dikatakan, lembaga yang pertama kali mengkaji dan menyiarkan pesantren pada khalayak luas baik dalam maupun luar negeri”, kenang KH. Abdullah Syarwani, SH saat menyampaikan orasi pada workshop Pengembangan Organisasi Santri di Hotel Galuh Tirtomolo Prambanan Klaten (14/07/08).
|
|
Read more...
|
|
|
Workshop Pengembangan Organisasi Santri |
|
|
|
Senin, 15 September 2008 |
|
Jogjakarta (www.pondokpesantren.net) - Sejumlah 75 orang perwakilan pondok pesantren se-Indonesia yang terdiri atas 45 orang pembina santri di pondok pesantren yang diterima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Departemen Agama RI dan 30 orang pengurus organisasi santri mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang tergabung dalam Community of Santri Scholars (CSS) MoRA sedang mengikuti workshop pengembangan organisasi santri selama 4 hari (12-15 Juli 2008) di Hotel Galuh Tirtonirmolo Prambanan Klaten Jawa Tengah.
|
|
Read more...
|
|
|
Pesantren Harus Selamatkan Manuskrip Islam Nusantara |
|
|
|
Jumat, 05 September 2008 |
|
(Yogyakarta) "Prospek pesantren ke depan tidak bergantung pada pihak lain, tetapi lebih tergantung pada kalangan pesantren itu sendiri. Apalagi dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, posisi pesantren semakin legitimate sebagai 2 (dua) pilar pendidikan di tanah air yang memiliki kewajiban dan hak yang sama," demikian disampaikan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI, Drs. H. Amin Haedari, M.P d, ketika memberikan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Program Beasiswa S-2 Tahqiq al-Kutub, Rabu, 03 September 2008, bertempat di Ruang Promosi Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
|
|
Read more...
|
|
|
"Pesantren Merupakan Benteng Terakhir…" |
|
|
|
Senin, 25 Agustus 2008 |
|
(Yogyakarta) "Pesantren merupakan benteng terakhir dalam menciptakan manusia yang pintar dan benar, karena di pondok pesantren itu belajar agama dilakukan secara mendalam dan meluas", demikian disampaikan KH. Asyhari Abta ketika mengisi acara pengajian umum dalam rangka Haflah Akhirissanah dan Harlah ke-23 Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta, Ahad Malam, 24 Agustus 2008 lalu.
|
|
Read more...
|
|
| << Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>
| | Results 96 - 100 of 111 |
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
|