:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Berita
|
2.000 Mahasiswa Adakan Pengabdian Di Bali |
|
|
|
Senin, 07 Februari 2011 |
|
(www.pondokpesantren.net) - Jakarta. Sebanyak 2000 mahasiswa penerima beasiswa santri berprestasi dari Kementerian Agama RI mengikuti program pengabdian dan pembinaan di pondok pesantren Nurul Ikhlas Jembrana Bali. Penerima beasiswa yang tersebar di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia ini akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama 5 hari, dari tanggal 7 sampai 11 Februari 2011.
|
|
Read more...
|
|
|
Besok, Santri Kebumen Selenggarakan Latihan Menulis |
|
|
|
Kamis, 06 Januari 2011 |
|
(www.pondokpesantren.net) - Kebumen. Santri-santri di Kebumen akan selenggarakan latihan menulis, besok Jumat (7/1). Bertempat di pesantren Al-Istiqomah, Tanjungsari, Petanahan Kebumen, pelatihan menulis dimaksudkan untuk mengembangkan kreatifitas para santri dan ikut menjaga tradisi kepenulisan di pesantren.
|
|
Read more...
|
|
|
Ditpontren Adakan Pelatihan Jurnalistik Santri |
|
|
|
Kamis, 21 Oktober 2010 |
|
Jakarta (www.pondokpesantren.net) - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Harian KOMPAS mengadakan pelatihan jurnalistik untuk santri mulai tanggal 19 22 Oktober 2010 di Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat.
|
|
Read more...
|
|
|
2.519 Peserta POSPENAS V 2010 Siap Berlaga |
|
|
|
Senin, 05 Juli 2010 |
|
www.pondokpesantren.net (Surabaya) – Setelah menjalani serangkaian tes uji dari Team Keabsahan Kesantrian dari Kementerian Agama RI, akhirnya 2.519 orang peserta siap bertanding dalam laga Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) V 2010 tanggal 5-10 Juli di Surabaya.
|
|
Read more...
|
|
|
Kementerian Agama Akan Adakan POSPENAS V |
|
|
|
Senin, 21 Juni 2010 |
www.pondokpesantren.net (Jakarta) - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam akan mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) yang ke-5 di Surabaya Jawa Timur mulai tanggal 5 hingga 11 Juli 2010. Demikian dikatakan Kasubdit Pemberdayaan Santri Ditpdpontren, Drs. H. Khaeroni M.SI.
|
|
Read more...
|
|
| << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 41 - 45 of 111 |
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
|