:: Editorial ::
Merayakan Kemerdekaan
Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya hampir bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67. Ada beberapa hal yang membuat perayaan idul fitri ini terasa istimewa. Pertama, pesan kemenangan. Jika kemerdekaan adalah puncak kemenangan dari sebuah perjuangan mengangkat senjata, maka idul fitri adalah puncak kemenangan setelah sebulan bertarung menaklukkan godaan-godaan duniawi. |
|
Read more...
|
:: Tokoh Pesantren ::
|
"Penerus Tradisi Penghafalan Al-Quran"  K.H. Abdul Rozaq Shofawi
Ia anak saudagar batik, tapi gaya hidupnya sederhana dan dermawan. Tarekatnya pun sederhana: sangat peduli pada masalah halal-haram.
Solo, 1985. Sudah lebih dari seminggu isu penjualan daging ayam –yang disembelih tidak Islami - merebak di tengah masyarakat, dan meresahkan umat Islam. Apalagi ketika itu hampir semua ayam potong yang dijual di pasar hanya berasal dari satu atau dua agen. Kegelisahan yang sama juga mengusik seorang kiai pengasuh sebuah pesantren di Kota Bengawan itu. Tak tinggal diam, ia segera bertindak. Setiap pukul dua dinihari, mengenakan pakaian seperti orang kebanyakan, ia melamar bekerja di agen pemotongan ayam. Dua jam kemudian ia kembali ke pesantren menjadi imam shalat Subuh.
|
|
Read more...
|
|
|
| |
|
Berita |
|
1.787 Peserta PBSB Ikuti Festival Nasional Santri Indonesia |
|
|
|
Minggu, 25 November 2012 |
 (www.pondokpesantren.net) - Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 1.787 santri Peserta Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mengikuti pembinaan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 30 Nopember hingga tanggal 2 Desember 2012ini dikemas dalam bentuk “Festival Nasional Santri Indonesia” dengan mengambil tema besar “Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis”. |
|
Read more...
|
|
|
Festival Gerakan Santri Menulis Raih Rekor MURI |
|
|
|
Minggu, 25 November 2012 |
 (www.pondokpesantren.net) - Jombang, Jawa Timur. Selama tiga hari sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember 2012, Festival Nasional Santri Nusantara yang bertema Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis digelar dengan pelbagai kegiatan yang dirancang oleh tim Kementrian Agama dan tim Mata Pena. |
|
Read more...
|
|
|
Wakil Mentri Agama Buka Festival Gerakan Nasional Santri Menulis |
|
|
|
Jumat, 23 November 2012 |
 (www.pondokpesantren.net) - Jombang, Jawa Timur. Untuk kesekian kalinya, kegiatan tahunan Pembinaan para peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementrian Agama RI kembali dihelat. Perhelatan akbar ini berlangsung pada tanggal 30 November hingga 2 Desember 2012 di Pondok pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang bekerja sama dengan Penerbit Mata Pena. Tidak kurang dari 1758 mahasantri dari 12 perguruna tinggi negeri ternama di Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Kementrian Agama RI mengikuti kegiatan tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Membangun Organisasi Santri Berwawasan Global |
|
|
|
Jumat, 19 Oktober 2012 |
 (www.pondokpesantren.net) - Jogjakarta. Dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi santri di lingkungan pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan “Majma’ Pengembangan Organisasi Santri”. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Jayakarta Yogyakarta ini diikuti oleh “lurah” pondok pesantren se-Indonesia (19/10/2012). |
|
Read more...
|
|
| << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 1 - 5 of 111 |
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
|
|
Read more...
|
|