|
|
 |
|
2.519 Peserta POSPENAS V 2010 Siap Berlaga |
|
Senin, 05 Juli 2010 |
|
www.pondokpesantren.net (Surabaya) – Setelah menjalani serangkaian tes uji dari Team Keabsahan Kesantrian dari Kementerian Agama RI, akhirnya 2.519 orang peserta siap bertanding dalam laga Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) V 2010 tanggal 5-10 Juli di Surabaya.
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Rapat Koordinasi Ujian Nasional Pondok Pesantren Salafiyah |
|
Jumat, 18 Juni 2010 |
|
www.pondokpesantren.net (Jakarta) – Dua puluh sembilan Kepala Seksi (Kasi) Salafiyah se-nusantara mengadakan rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional Pondok Pesantren Salafiyah (UN PPS) Periode I Tahun 2010 di Hotel Batavia Jakarta (17-18 Juni 2010).
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Kementerian Agama Akan Adakan POSPENAS V |
|
Senin, 21 Juni 2010 |
www.pondokpesantren.net (Jakarta) - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam akan mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) yang ke-5 di Surabaya Jawa Timur mulai tanggal 5 hingga 11 Juli 2010. Demikian dikatakan Kasubdit Pemberdayaan Santri Ditpdpontren, Drs. H. Khaeroni M.SI.
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
WAWANCARA
|
Pesantren Harus Memiliki Spesifikasi Keilmuan |
 Banyak pesantren belakangan ini berlomba-lomba mendirikan pendidikan umum di lingkungan pesantren. Pada tingkatan tertentu, pembelajaran keilmuan agama yang selama ini menjadi cirikhas pesantren bahkan cenderung dinomorduakan. Memang belum sampai pada tahap dihilangkan, tapi sudah banyak santri dan juga pesantren yang mengedepankan sekolah yang berorientasi pada’ijazah’. Bagaimana menyikapi persoalan tersebut? Muhtadin AR dan Subhan ( MS) dari www.pondokpesantren.net mewawancarai KH. Solahuddin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Solah ( GS), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk memotret persoalan tersebut. |
|
Baca selanjutnya...
|
WACANA
|
Pesantren, Terorisme, dan Langkah Penyelamatan |
Oleh: Abd. Moqsith Ghazali  Terorisme tak beranjak dari negeri ini. Jumat 17 Juli 2009 lalu bom diledakkan di Mega Kuningan Jakarta, membantai sembilan jiwa dan melukai puluhan orang. Kita semua marah dan geram. Sesaat setelah itu, banyak aktivis HAM, tokoh agama dan politik mengecam kebuasan pelaku pemboman. Karangan bunga duka cita diletakkan, simbol belasungkawa bagi korban. Pengurus NU dan Muhammadiyah menyesalkan dan lantang menyuarakan kutukan atas pemboman itu. Tapi, mereka mewanti-wanti agar pemboman itu tak dikaitkan dengan Islam termasuk pesantren. Menurut mereka, Islam pesantren tak menganjurkan terorisme. Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, kata mereka. |
|
Baca selanjutnya...
|
Direktori Pesantren
|
Pondok Pesantren Manbail Futuh |
Risalah Pendirian Pondok
Inilah pondok yang menjadi cikal bakal berdirinya kajian-kajian keislaman, maupun pendirian-pendirian TPA di kecamatan jenu Tuban. Pondok ini, sejak awal memang didirikan untuk memberikan pengajaran Al-Qur’an kepada masyarakat setempat. Agar mereka menjadi Pioner dalam mengenalkan dan mengajarkan agama islam.
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
|
|
:: Agenda ::
|
|
:: Editorial ::
|
Fanatisme dan Toleransi
Umat beragama, dalam kehidupannya yang berhadapan dengan berbagai keragaman, baik faham, norma hukum, perilaku dan etik tidak bisa melepaskan dirinya dari ajaran agama. Banyak sikap-sikap fanatik dan keteguhan dalam memegangi ajaran ini dikonotasikan sebagai sikap eksklusifisme dan intoleransi yang negatif, bahkan ada lagi yang mengganggapnya sebagai sikap agresif. Sebagai suatu istilah bahasa memang lazim mengalami perubahan pemahaman dan pemakaian.
|
|
Baca selanjutnya...
|
:: Kajian Kitab Kuning ::
 Kitab at-Tauhid
Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
|
|
Baca selanjutnya...
|
:: Tokoh Pesantren ::
KH. R. AsnawiKyai Haji Raden Asnawi itulah nama yang digunakan setelah menunaikan ibadah haji yang ketiga hingga wafat. Adapun nama sebelumnya ialah Raden Ahmad Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah haji yang pertama berganti nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di Mekah. |
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
|
|